Samudera Pengetahuan Islami

Hanya Ridho Ilahi Harapan Manusia

Thaharah (bersuci)

Posted by almakmun on 15/03/2010

Tharah atau yang dikenal dengan bersuci adalah sebuah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang untuk membersihkan dan mensucikan diri. Kegiatan bersuci sendiri umumnya dilakukan ketika akan melaksanakan ritual keagamaan, seperti ketika hendak shalat, hendak membaca al-Qur’an dan masih banyak lagi yang lainnya.

Jumhur ulama telah sepakat bahwa bersuci menurut syariat Islam ada dua macam, yaitu bersuci dari hadas dan bersuci dari najis. Bersuci dari hadas dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu dengan wudhu, mandi jinabat (mandi besar) dan atau tayamum sebagai ganti dari keduanya.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasannya masing-masing.

Wudhu

Wudhu adalah kegiatan mengusap sebagian anggota tubuh dengan air. Wudhu merupakan syarat syah shalat. Sehingga ketika ada seseorang melakukan shalat namun ia tidak berwudhu terlebih dulu, maka hukum shalatnya adalah tidak syah. Sebagaimana dijelaskan dalam surah al-Maidah ayat : 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, jika kalian hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah muka dan tangan kalian sampai dengan siku”. (Qs. al-Maidah: 6)

Ayat di atas diperkuat dengan sabda Rasul Saw dalam shahih Bukhari :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

Dari Abi Hurairah ra. Dari Nabi Muhammad Saw., bersabda: ”Tidak diterima (tidak syah) shalat seseorang yang berhadas sehingga ia bersuci (berwudhu)” (HR. Bukhari)

عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ دَخَلَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَلَى ابْنِ عَامِرٍ يَعُودُهُ وَهُوَ مَرِيضٌ فَقَالَ أَلَا تَدْعُو اللَّهَ لِي يَا ابْنَ عُمَرَ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ

”Allah tidak menerima shalat seseorang tanpa bersuci dan sedekah dari harta yang diperoleh dari ghulul (pengkhianatan).” Yang dimaksud dengan ghulul (pengkhianatan) adalah khiatant, harta yang diambil dari rampasan perang sebelum dibagi.

Berdasarkan ayat dan hadis di atas, dapat diketahui bahwa shalat seseorang yang belum berwudhu adalah tidak diterima oleh Allah atau tidak syah. Wudhu wajib dilaksanakan oleh orang-orang Islam yang sudah baligh dan berakal sehat.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: