Samudera Pengetahuan Islami

Hanya Ridho Ilahi Harapan Manusia

Belajar dari Kaum Tsamud

Posted by almakmun on 03/03/2009

Nabi Sholeh A.S., merupakan salah satu utusan Allah Swt., yang kisahnya berulangkali disebut di dalam al-Qur’an, seperti dalam surat al-A’raaf, Hud, al-Qamar, dan yang lainnya.

Beliau diutus oleh Allah Swt., kepada kaum Tsamud, yaitu suatu suku yang oleh sebagian ahli sejarah dimasukkan ke dalam bagian dari bangsa Arab dan ada pula yang menggolongkan mereka ke dalam bangsa Yahudi. Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama ” al-Hijir ” yang terletak di antara Hijaz (Saudi Arabia) dan Syam (Syiria).

Daerah al-Hijir merupakan wilayah subur yang memberikan hasil berlimpah ruah kepada kaum Tsamud. Namun semua itu dibalas mereka dengan menjadikan berhala sebagai sesembahan (Tuhan), dan berbuat kerusakan di muka bumi. Untuk itu, Nabi Sholeh mengajak mereka menyembah hanya kepada Allah Swt. Ajakan beliau diterima oleh sekelompok orang-orang yang memiliki kedudukan sosial lemah, dan ditolak oleh kelompok orang-orang kaya, bahkan beliau dituduh mengejar kedudukan dan ingin diangkat menjadi pemimpin kaum Tsamud, serta dianggap sebagai orang gila.

Untuk membendung dakwah Nabi Sholeh A.S., mereka meminta bukti mukjizat sebagai bukti kenabiannya. Nabi Sholeh A.S., kemudian menyanggupinya dengan syarat mereka mau beriman kepadanya. Sesuai dengan permintaan, Nabi Sholeh A.S., memohon kepada Allah Swt., agar diberi mukjizat untuk menciptakan seekor unta betina yang dikeluarkan dari batu karang besar yang terdapat di sisi sebuah bukit yang mereka tunjuk.

Dengan izin Allah Swt., terbelahlah batu karang besar yang ditunjuk itu dan keluarlah seekor unta betina. Dalam surat Hud, 64 disebutkan:

Artinya: Hai kaumku, “inilah unta betina dari Allah Swt., sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat.”

Dengan adanya mukjizat tersebut, gagallah usaha para pemuka kaum Tsamud dalam menghilangkan pengaruh Nabi Sholeh A.S., bahkan sebaliknya malah telah menambah tebal kepercayaan serta keimanan para pengikutnya.

Untuk itu, para pemuka kaum Tsamud kembali mengatur rencana dan strategi pembunuhan atas unta Nabi Sholeh A.S., Hal ini diperkuat oleh seorang janda bangsawan kaya raya yang akan menyerahkan dirinya kepada orang yang membunuh unta tersebut. Di samping itu, ada wanita lain yang mempunyai beberapa puteri cantik yang akan menghadiahkan salah satu dari mereka kepada orang yang berhasil membunuhnya.

Dengan sayembara seperti itu, tergugahlah hati Mushadda’ bin Muharrij dan Gudar bin Salif untuk mengikuti sayembara tersebut dan penuh semangat ingin membunuh unta tersebut. Dengan bantuan tujuh orang lelaki, bersembunyilah mereka di suatu tempat yang biasanya dilalui oleh unta Nabi Sholeh A.S., begitu unta yang tidak berdosa itu lewat, Mushadda’ segera memanah betisnya, dan disusul oleh Gudar dengan menikamkan pedang tajam di perutnya.

Dengan perasaan bangga, pergilah para pembunuh unta itu ke ibu kota dan menyampaikan berita kematian unta Nabi Sholeh A.S. Mereka berkata kepada Nabi Sholeh A.S., :”Wahai Sholeh! Untamu telah kami bunuh, maka datangkan azab Tuhanmu”. Nabi Sholeh A.S., menjawab: “Tunggulah akan tibanya azab, kamu boleh bersuka ria dan bersenang-senang selama tiga hari, kemudian terimalah ganjaranmu yang setimpal pada hari keempat”.

Nabi Sholeh A.S., memberitahu kaumnya bahwa azab Allah Swt., akan didahului dengan tanda-tanda, seperti pada hari pertama bila mereka terbangun dari tidurnya akan menemui wajahnya menjadi kuning dan berubah menjadi merah pada hari kedua dan hitam pada hari ketiga dan pada hari keempat turunlah azab Allah Swt., yang pedih nan menyakitkan.

Mendengar ancaman tersebut, kelompok pembunuh unta kembali merancang pembunuhan atas diri Nabi Sholeh A.S., sebelum tibanya azab. Mereka berencana membunuh beliau di saat orang masih tidur nyenyak untuk menghindari tuntutan balas dendam oleh keluarga Nabi Sholeh A.S.

Ketika mereka datang ke tempat Nabi Sholeh A.S., di malam yang gelap-gulita dan sunyi-senyap berjatuhanlah di atas kepala mereka batu-batu besar yang tidak diketahui dari arah mana datangnya dan mereka terkapar dalam keadaan tidak bernyawa lagi.

Satu hari sebelum hari turunnya azab yang telah ditentukan itu, berangkatlah Nabi Sholeh A.S., bersama para pengikutnya menuju Ramalah, sebuah tempat di Palestina. Di hari yang telah ditentukan, kaum Tsamud habis binasa, hancur lebur ditimpa halilintar yang dahsyat beriringan dengan gempa bumi yang mengerikan.

Kisah ini memiliki arti yang cukup mendalam dan relevan untuk dijadikan tanbih (peringatan) dalam keseharian kita, yaitu:

Pertama, perbuatan dzalim oleh segelintir orang dapat menyebabkan mala petaka bagi yang lainnya. Dalam konteks kekinian, KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) yang dilakukan oleh “oknum” elite eksekutif, legislatif dan yudikatif bisa menyebabkan keterpurukan ekonomi Indonesia dan berimbas pada penderitaan berkepanjangan yang dialami oleh rakyat yang tidak berdosa. Contoh lainnya adalah seperti pembalakan liar yang dilakukan oleh segelintir cukong yang difasilitasi oleh segelintir “oknum” pejabat bisa menyebabkan global warming (pemanasan global) dan berimbas pada seluruh manusia. Untuk itu, kita semua harus meniru Nabi Sholeh A.S., yang tiada hentinya menyuarakan kebenaran demi terciptanya keseimbangan hidup, tentunya dengan cara-cara yang proporsional.

Kedua, harta dan kedudukan bisa membuat seseorang gelap mata dan menimbulkan sifat iri hati. Dalam kehidupan keseharian, tidak sedikit para “oknum” elit politik dan pengusaha yang melakukan tindakan adu domba, money politic dan KKN demi eksistensi jabatan dan pundi-pundi keuangannya. Agar terhindar dari sikap di atas, kita harus menyadari, bahwa harta dan jabatan hanyalah sebuah titipan Allah Swt., yang nantinya akan dimintai pertanggung jawaban. Sehingga cara mendapatkan dan menggunakannya harus dengan cara-cara yang terpuji.

Dengan demikian, Semoga para pelaku kemungkaran dan kejahatan segera sadar dan bertaubat dengan menyesali perbuatannya serta memperbaiki diri dan semoga kita semua terhindar dari Azab Allah Swt., Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: