Samudera Pengetahuan Islami

Hanya Ridho Ilahi Harapan Manusia

Refleksi Diri Anak Manusia Yang Hina

Posted by almakmun on 03/03/2009

Dengan niat hamba yang tulus hanya mencari Ridho-Mu, dalam suka atau duka, dalam sujud dan berdiri hamba selalu memohon kasih sayang dan Ridho-Mu.

Duhai Kekasihku Ya …. Allah, berilah dan kirimilah hamba-Mu yang hina ini seorang pendamping hidup yang mukminatan, sholihatan.

Berilah kekuatan hamba-Mu untuk dapat membina rumah tangga sesuai perintah-Mu.

Duhai Kekasihku dan Pujaanku Ya….Allah, jika seseorang yang selama ini ada di dalam hatiku yang aku rasa sulit untuk aku lupakan, kalaulah ia memang jodohku, aku memohon dan terus memohon, kembalikanlah ia kepangkuanku, kalaulah memang ia bukan jodohku, aku memohon dan terus memohon, berilah kekuatan untuk menghapusnya dari hatiku. Aku tak kuasa dan tak bisa untuk mengendalikan hatiku. Karena hanya Engkaulah yang menguasai hati ini dan yang membolak balikkan hati ini serta kirimlah pengganti dirinya. Engkau Maha lembut (Ya Latiif), Engkau Maha Mencintai (Ya Waduud) dan Engkau Maha Mengumpulkan (Ya Jaami’).

KEPADA-MU LAH HAMBA BERIBADAH DAN MENYEMBAH SERTA HANYA KEPADA-MU LAH HAMBA MEMOHON PERTOLONGAN. TIADA SATUPUN SELAIN ENGKAU YANG SANGGUP MENOLONGKU DAN TAK SATUPUN YANG BERHAK HAMBA SEMBAH KECUALI HANYA ENGKAU. AAAAAMIIIN

Sebuah perjalanan hidup untuk mencari seorang pendamping hidup tidaklah semudah dan segampang yang kita anggap. Lika-liku, cobaan, godaan dan ujian selalu menyertai seolah tak terpisahkan dan tak mau pergi.

Ketika kenal dan bertemu dengan seorang lawan jenis, di dalam relung hati terdalam terbesit bahwa “oh ini dia jodoh yang dikirim Allah untuk mendampingiku dan ia adalah jodoh sejatiku”

Dengan dorongan hati, kemantapan fikiran, dan yang lainnya kita menjalin hubungan dengan sebaik-baiknya dengan harapan hubungan dan komunikasi yang terjalin akan berimplikasi menuju jenjang mahligai perkawinan yang suci, menciptakan rumah tangga dunia yang penuh dengan Ridho Ilahi menuju surga rumah tangga akhirat yang kekal penuh dengan Ridho Ilahi (Baitiy Jannatiy: Rumahku adalah lahan untuk menuju surgaku. Al-Hadis).

Kita menjalin hubungan dan komunikasi dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pribadi calon pendamping kita.

Perbedaan usia tidak menghalangi seseorang untuk berumah tangga. Alasan kedewasaan yang selalu diunggul-unggulkan ketika berbicara rumah tangga. Belum tentu yang lebih muda tidak berfikiran dewasa atau masih kekanak-kanakan begitu juga sebaliknya. Kadar kedewasaan tidak diukur dan ditentukan berdasarkan usia, melainkan diukur sejauh mana pengalaman dan wawasan pengetahuan yang ada dalam dirinya. Fakta sejarah berbicara, habibi Muhammad Saw., menikah dengan Siti khadijah yang notabene lebih muda 15 tahun dari Khadijah mampu membina rumah tangga yang bahagia. Begitu juga lihat sekeliling kita banyak mereka yang beda usia juga bisa bahagia dan rumah tangganya.

Criteria apa yang kita utamakan dalam memilih pendamping hidup?

Apakah karena kecantikan/ketampanan, kekayaan materi, keturunan, frame pemikiran, ataukah karena agamanya (pengetahuan ajaran dan nilai-nilai agama serta diimplementasikan dalam tingkah laku / akhlak) yang ada di dalam dirinya? Habibi Muhammad Saw., pernah bersabda yang maknanya “Pilihlah pasanganmu karena kecantikannya (ketampanan), kekayaannya, keturunannya, tetapi yang lebih penting adalah pilihlah karena agamanya”.

Berangkat dari sini kita tahu bahwa criteria agama telah menegasikan ketiga criteria yang lain (kecantikan/ketampanan, kekayaan dan keturunan). Karena kecantikan/ketampanan akan pudar seiring dengan bertambahnya usia, kekayaan akan hilang dan hancur bahkan bisa menjerumuskan seseorang ke dalam neraka jika tidak dapat mengelola dan mendistribusikannya sesuai dengan ajaran agama, fakta sejarah berkata kurang kaya seperti apa sang Fir’aun, justru ia terjerembab dalam kekafiran. Keturunan tidak bisa menjamin, anak dari orang tua yang baik belum tentu ia baik, lihat saja Fakta sejarah dari Kan’an anak nabi Nuh As., yang ingkar kepada ajaran agama yang di bawa ayahnya serta ia durhaka kepada orang tuanya sendiri. Namun jika kita memilih pasangan hidup karena agama dan ia mengerti banyak tentang ajaran dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya serta diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, ia mencintai dan menyayangimu tidak semata-mata karena pribadimu atau karena fisikmu, melainkan ia mencintai dan menyayangimu karena Allah dan senantiasa mengharap Ridho Allah. Seorang yang bertakwa kepada Allah Swt. Lebih baik dari semua yang ada. Sebab jika ia senang ia akan sudi menghormatimu dan jika ia sedang marah ia tak suka berbuat zalim kepadamu.Ketika fisik kita sudah tak semenarik masa muda, meskipun kita sempit dalam rizq, meskipun kita penuh persoalan yang menghimpit, ia akan senantiasa setia disisimu dan takkan berpaling sedikitpun untuk mencari pengganti serta senantiasa membuatmu tegar. Dengan demikian, niscaya kedua pasangan akan merasa bahagia, damai dan tenteram baik di dunia maupun di akhirat, ia akan mampu membimbing, mengarahkan, memimpin dan menjadi imam dalam rumah tangga berdasarkan nilai-nilai suci agama, sehingga mampu membawa kita kepada kehidupan yang kekal selamanya di akhirat dengan penuh damai, bahagia, tenteram serta penuh dengan limpahan Ridho Allah SWT.. Di sinilah letak esensi sebuah kebahagiaan sejati. Kebahagiaan sejati tidak diukur oleh nilai-nilai material, kecantikan, kebanggaan keturunan.

Perkawinan, rumah tangga ………. Apakah ini sebuah tujuan hidup!?

TIDAK. Perkawinan, rumah tangga bukanlah sebuah tujuan hidup, melainkan sebuah sarana anak manusia untuk dapat mencari, menciptakan dan mendapatkan kebahagiaan serta Ridho Allah baik di dunia terutama di akhirat.

Dengan menikah berarti seseorang telah memasuki setengah dari agama itu sendiri. Dengan berumah tangga, begitu banyak lahan yang dapat kita kerjakan sebagai cerminan pengabdian kita kepada Allah. Kita bekerja tidak semata-mata mencari kekayaan, melainkan kita beribadah mencari karunia Allah untuk menafkahi anak istri kita, kita mencumbu pasangan kita bukan karena nafsu birahi biologis semata, melainkan kita mencumbu untuk beribadah dan mencari Ridha Allah demi mendapatkan keturunan yang kuat dan nantinya bermanfaat. Mencuci baju, memasak, jika dilakukan dengan ikhlas akan mendatangkan pahala, Begitu juga sisi-sisi yang lainnya semuanya pasti mempunyai niat dan nilai ibadah. Tak heran jika dalam ajaran agama bahwa orang yang menikah berarti ia telah memasuki agama dengan penuh. Jika belum menikah seperti apapun kita beribadah belum dapat dikatakan masuk agama dengan penuh totalitas melainkan hanya separuhnya saja.

Akan tetapi, kenapa banyak anak manusia yang ketika menjalin hubungan dengan seseorang, ia sudah tahu bahwa pasangannya seorang yang dalam beragamanya baik, frame pemikiran baik tetapi masih belum beruntung dalam hal materi dan kemapanan profesi ia ditinggalkan begitu saja. Ia lebih condong dan dengan mudah memilih dan menjalin hubungan dengan yang sudah beruntung dalam materi dan kemapanan pekerjaan?

Penulis pernah berdiskusi dan sharing serta membuka-buka buku yang berjilid-jilid tebalnya, kemudian menemukan sebuah jawaban dari kenapa seseorang dalam memilih pasangan hidup lebih condong kepada criteria materi. Jawabnya hanya satu “Ini adalah sifat manusia (Hadzihi Sifatun Insaniyatun)” hal tersebut adalah wajar dan lumrah serta merupakan sifat dasar manusia yang selalu ingin hidup lebih enak di dunia ini tanpa pertimbangan akhirat, siapa yang ingin hidup susah materi di dunia ini? TIDAK ADA.

Akan Tetapi, INGAT DAN INGATLAH sekali lagi bahwa kebahagiaan tidak diukur berdasarkan materi dan kemapanan. Belum tentu orang yang kita kenal dan belum beruntung dalam hal materi akan selamanya dalam kondisi seperti ini, dan belum tentu seseorang yang sudah beruntung dalam materi akan tetap dalam kondisi seperti ini. Fakta social banyak kita jumpai seperti ini. Mulanya belum beruntung dalam materi, lambat laun ia beruntung dalam materi. Mulanya kaya raya, beruntung dalam materi dan kemapanan akhirnya jatuh dalam kehinaan. Allah Maha Pemberi dan Pelapang serta Penyempit Rizq. Allah memberi Rizq dan mengambil Rizq kepada siapapun Yang IA inginkan.

Menikah adalah bertemunya dua insan yang masing-masing kurang sempurna bersatu menjadi sempurna

Jangan pernah memakai pemikat atau mahabbah dalam menjalin hubungan yang serius

Ketakutan akan menghambat seseorang untuk melangkah maju, padahal yang ia takutkan belum tentu terjadi

No one perfect

Menikah adalah sarana dan ladang kita untuk mengabdi dan mencari Ridho Allah

Carilah pasangan hidup karena kedalaman agamanya

Carilah kebahagiaan sejati sebelum kau larut dan hancur dalam kebahagiaan semu duniawi

Mendekat dan selalu mendekatlah kepada Allah dalam kondisi apapun

Ingatlah Allah di mana pun engkau berada

Jangan putus asa jika ditelantarkan, ditinggalkan dan disakiti seseorang karena hal materi

Jangan dendam dan jangan dengki kepada orang yang meninggalkanmu

Jangan menyumpah kejelekan dan kejahatan kepada orang yang meninggalkanmu, karena kamu tidak berhak mendikte Allah untuk mengazab seseorang

Selalulah bercermin diri WHO AM I?

Jangan pernah membeda-bedakan manusia karena materi, status social, penampilan atau yang lainnya

Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupamu atau statusmu, melainkan Allah hanya melihat ketulusan hatimu

Ketika engkau menemukan seseorang yang dengan tulus mau menerimamu apa adanya, mencintai dan menyayangimu karena Allah, terimalah ia

Materi dan yang lainnya bisa dicari sambil berjalan seiring berjalannya waktu

Hidup laksana roda yang berputar, ada saatnya di bawah dan ada saatnya di atas

Allah Maha Kaya lagi Maha Pemberi RizQ.

Jangan putus Asa atas Rahmat Allah

Surabaya, 29 Januari 2008

Seorang hamba yang faqir di hadapan Allah

Muhammad Makmun, S.HI., M.HI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: