Samudera Pengetahuan Islami

Hanya Ridho Ilahi Harapan Manusia

Dua Jalan Menuju Sang Khaliq

Posted by almakmun on 27/04/2009

ربما فتح لك باب الطاعة وما فتح لك باب القبول وربما قضى عليك بلذنب فكان سببا في الوصول

Pintu taat terkadang dibukakan kepadamu, namun tidak dibukakan pintu dikabulkannya permintaanmu. Terkadang kamu terdorong ke dalam dosa tetapi dosa itu menjadi sebab menyampaikan kamu (kepada Allah Swt). (sharh al-Hikam)

معصية أورثت ذلا وافتقارا خير من طاعة أورثت عز واستكبارا

Perbuatan maksiat yang melahirkan rasa hina diri (Kepada Allah Swt,) Dan Rasa Berhajat kepada-Nya lebih baik daripada taat yang melahirkan rasa megah dan takabur. (sharh al-Hikam)

Allah s.w.t menyediakan beberapa jalan bagi hamba-Nya yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Ada jalan positif dan ada jalan negatif.
Jalan positif adalah jalan taat sedangkan jalan negatif adalah jalan maksiat. Kedua jalan tersebut berbeda pada permulaannya namun jika diteliti lebih dalam maknanya akan mempunyai persamaan pada sesi endingnya.
Semua jalan yang dipilih dan ditempuh tidak sama, namun keduanya tidaklah sunyi dari yang namanya ujian. Mereka yang memilih menempuh jalan taat berpeluang atau kemungkinan akan diuji dengan tidak dikabulkannya permintaan mereka. Ujian semacam ini memang terasa tidak menyenangkan, namun dibalik itu hal seperti itu merupakan ujian yang sangat baik untuk menggembleng rohaninya.
Bagi yang melalui jalan taat, hampir 90 % mereka cenderung untuk melihat amal ketaatan mereka. Amal ibadah yang dilakukan dengan banyak sangat menyenangkan hatinya. Mereka mudah merasakan ketaatannya itulah yang menyampaikannya kepada Tuhan. Mereka melihat perubahan yang berlaku pada dirinya dari malas beribadah menjadi rajin beribadah, sifat-sifat yang tidak baik terkelupas dari diri mereka, lalu mereka mengaitkan kebaikan yang berlaku pada diri mereka dengan amal ibadah yang dikerjakannya. Mereka meletakkan pencapaiannya pada amalannya. mereka juga mudah merasakan bahwa dirinya sudah suci bersih, sudah hampir dengan Allah Swt., dan tentu saja Allah Swt., memperkenankan segala permintaannya.
Perbuatan yang demikian, tanpa disadari menjadi sebuah penghalang kemajuan rohaninya. Perbuatan tersebut lebih mengarah pada kesadaran diri sendiri yang pastinya dikuasai oleh kepentingan ego pribadi. Sifat yang demikian sangat tidak sesuai bagi mereka yang benar-benar ingin mendekati Allah. Sebab orang yang benar-benar ingin bersama Allah lebih senang dengan pilihan-pilihan Allah dibanding kehendak ego sendiri. Semakin dekat seseorang dengan Allah, maka semakin tenggelam lah ia dalam keikhlasan terhadap takdir Ilahi, sehingga dia tidak mempunyai kepentingan diri sendiri lagi, semuanya diserahkan kepada Allah.
Seseorang yang masih mempunyai keinginan dan permintaan adalah orang yang belum sepenuhnya penyerahan dirinya kepada Allah. Dia masih dihijab/ditutupi oleh kepentingan duniawi atau ukhrawi. Jika Allah berkehendak menyampaikan hamba ini kepada-Nya, maka Dia akan menghancurkan kepentingan dirinya, sehingga dia tidak berhajat apa-apa lagi kecuali sampai kepada Allah. Dalam proses menegasikan kepentingan diri dan ego pribadi itu permintaannya tidak kabulkan. Apabila permintaannya tidak dikabulkan sedangkan amal ketaatannya sangat banyak, dia akan mengalihkan perhatian dari ketaatannya kepada Allah yang memegang hak memberi dan menolak. Ia tidak lagi melihat amal ketaatan menjadi sebab untuknya sampai kepada Allah. Ia akan melepaskan pergantungan kepada amal ketaatan lalu dia menyerahkan dirinya kepada Allah. Penyerahan membawanya ikhlas dengan apa yang Allah takdirkan untuknya. Apabila ia ikhlas dengan Allah dan Allah meridhoinya, maka masuklah ia ke Hadirat Allah tanpa membaawa kepentingan diri sendiri sedikitpun.
Jalan kedua adalah jalan orang yang melakukan kesalahan, dosa dan maksiat. Tidak sedikit orang yang sampai kepada Allah melalui jalan ini. Dengan syarat mereka tidak berputus asa dari rahmat Allah. Adam sebagai manusia pertama ciptaan Allah yang telah melakukan kesalahan karena tidak mentaati larangan Allah. Sebagaimana Firman Allah:

Kemudian mereka berdua (Adam dan Hawa) memakan (buah) dari (pohon) itu, lalu terdedahlah kepada mereka aurat masing-masing, dan mereka mulailah menutupnya dengan daun-daun dari syurga; dan dengan itu derhakalah Adam kepada Tuhannya, lalu tersalah jalan (dari mencapai hajatnya). Kemudian Tuhannya memilihnya (dengan diberi taufik untuk bertaubat), lalu Allah menerima taubatnya serta diberi petunjuk. (QS. Thaha, 121-122)
Yang menarik disini bukan terletak pada telah berbuat salah, melainkan adanya pengakuan kesalahan yang diikuti dengan taubat.
Nabi Adam telah berbuat kesalahan tetapi beliau mengakui kesalahan tersebut dan bertaubat kepada Allah serta berserah diri kepada-Nya. Beliau tidak meminta kehilafannya ditutupi atau disembunyikan agar tidak diketahui oleh makhluk lain atau manusia sesudahnya, namun beliau ikhlas menerima segala keputusan Allah. Di sinilah letaknya apabila seseorang sudah ikhlas dan ridha dengan segala keputusan Allah, maka tidak ada lagi yang ditakutinya kecuali Allah.
Ini kiranya yang berbeda dengan orang-orang di jaman sekarang. Sikap orang-orang berbeda jauh dengan sikap hyang telah ditunnjukkan oleh ayah mereka , Adam. Ejekan, sindiran, cacian bahkan sampai pengucilan dilakukan kepada orang yang telah berbuat dosa. Sehingga dari sini akan memunculkan sebuah sikap dengan sekuat tenaga menyembunyikan kesalahannya.
Andai kesalahannya diketahui orang lain, ia akan merasa malu dan terhina. Mereka merasa malu kepada sesama manusia namun tidak malu kepada Allah yang senantiasa mengetahui semua perbuatannya. Berbeza dengan Adam a.s, rasa malu yang sangat besar kepada Allah telah membuatnya lupa akan malu kepada yang lain. Ia pun rela dan ihlas terhadap sanksi apapun yang dijatuhkan Allah kepadanya. Beliau dikenai sanksi yang sangat berat berupa dikeluarkan dari surga, yang notabene adalah tempat penuh kesenangan, penuh kenikmatan ke dunia yang penuh notabene adalah tempat yang fana dan penuh dengan kesulitan. Beliau menerima kehidupan yang susah dan menghabiskan hayatnya di atas muka bumi dengan berbuat taat kepada Allah. Sehingga Allah memuji sikapnya tersebut, sebagaimana tertulis dalam Ali-Imran:

Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji, atau menganiaya diri sendiri, mereka segera ingat kepada Allah lalu memohon ampun akan dosa mereka, dan sememangnya tidak ada yang mengampunkan dosa-dosa melainkan Allah, dan mereka juga tidak meneruskan perbuatan keji yang mereka telah lakukan itu, sedang mereka mengetahui (akan salahnya dan akibatnya). Orang-orang yang demikian sifatnya, balasannya ialah keampunan dari Tuhan mereka, dan syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya; dan yang demikian itulah sebaik-baik balasan (bagi) orang-orang yang beramal. ( QS. Ali-Imran, 135 – 136).
Kesalahan, maksiat dan dosa sering melahirkan dan membawa manusia yang insaf, bertaubat dan kembali kepada Allah. Mereka menghambakan diri sepenuhnya kepada-Nya. Allah senang dengan mereka lalu membawa mereka hampir dengan-Nya. Keadaan mereka jauh lebih baik daripada orang yang pada zahirnya kuat berbuat taat tetapi batinnya diselimuti oleh ujub dan takabur, melihat diri sudah sempurna dan berbangga dengan banyaknya amal yang dikerjakan dan ilmu yang dimiliki. Orang yang ujub dan takabur akan dijauhkan dari Allah s.w.t, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka didekatkan.

One Response to “Dua Jalan Menuju Sang Khaliq”

  1. Ust. Ahmad said

    Masya Allah, bagus banget ustad tulisannya.
    semoga kita tidak terlena dengan ibadah-ibadah yang telah kita lakukan dan semoga orang-orang yang sekarang masih dalam “jalan kemaksiatan” akan segera mendapatkan hidayah dan pertolongan ALlah sehingga mereka berbondong-bondong dalam berbuat kebaikan.
    AAAmin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: