Samudera Pengetahuan Islami

Hanya Ridho Ilahi Harapan Manusia

Rekonstruksi Cara Memahami Islam Agar Terhindar Dari Aliran Sesat (2 habis)

Posted by almakmun on 02/05/2009

Cara Memahami Ajaran Islam Secara Tematik Adalah Jalan Keluarnya
Cara memahami ajaran Islam secara tematik adalah memahami ajaran Islam berdasarkan topik pembahasan sebagai jalan keluar yang terbaik. Karena pemahaman ajaran Islam berdasarkan topik pembahasan mengajak kita memahami ayat yang satu dengan ayat lain terlebih dahulu, baru kemudian ayat tersebut dipahami dengan hadis, kemudian dengan pendapat sahabat dan pendapat ulama salaf (klasik) serta pendapat ulama Khalaf (modern). Hal ini berbeda dengan cara memahami ajaran Islam berdasarkan pendapat yang sepotong-potong, yang hanya membahas setiap persoalan hanya berdasarkan satu ayat saja atau satu hadis saja, kemudian disimpulkan dan dijadikan sebagai pendapat yang final (tidak bisa dirubah). Juga berbeda dengan cara memahami ajaran Islam dengan cara mengkritik ayat dan hadis yang dipandang tidak sejalan dengan pandangannya sendiri atau tidak mendukung pendapatnya dengan alasan kontekstual (disesuaikan dengan kondisi sosial), kemudian berusaha merubah apa yang ada dalam al-Qur’an dan hadis menurut selera manusia.
Padahal, seharusnya ajaran Islam itu diajarkan menurut bagaimana ajaran Islam itu diajarkan oleh Rasulullah Saw., karena beliau adalah guru pertama tentang ajaran Islam dan sekaligus contoh teladan yang baik bagi kita semua. Rasulullah mengajarkan ajaran Islam dengan cara menyampaikan wahyu (informasi dari Allah) baik didahului dengan pertanyaan sahabat atau tiba-tiba ada wahyu yang datang kepada beliau, kemudian dijelaskan oleh Rasululullah Saw., lebih rinci. Kumpulan wahyu itu sekarang terdapat dalam Mushaf al-Qur’an, sedang catatan tentang penjelasan dan contoh perilaku Rasulullah tertuang di dalam kitab-kitab hadis.
Dengan demikian, apabila kita memahami ajaran Islam dengan benar, maka seharusnya dimulai dengan memahami ayat-ayat yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad Saw., hijrah ke Madinah yang kemudian dikenal dengan sebutan ayat-ayat Makkiyah, kemudian ayat tersebut dipahami dengan ayat-ayat yang diturunkan ketika Rasulullah Saw., di Madinah, yang kemudian dikenal dengan sebutan ayat-ayat Madaniyah, kemudian ayat itu dipahami dengan penjelasan Rasulullah Saw., baik melalui sabdanya ataupun contoh perilakunya. Kemudian ditambah dengan pendapat sahabat ketika tidak ditemukan penjelasan secara langsung dalam al-Qur’an maupun hadis. Begitu juga dengan pendapat tabi’in dan ulama salaf maupun khalaf.
Oleh karena itu, jika kita urutkan sumber ajaran Islam, maka urutannya adalah sebagai berikut :
1. Apa yang terdapat dalam kandungan isi al-Qur’an baik dalam surah Makkiyah maupun surah Madaniyah
2. Penjelasan dan Contoh perilaku Rasulullah Saw., baik dalam hadis shahih, hasan maupun dhaif (lemah)
3. Pendapat sahabat tentang masalah yang tidak dapat ditemukan secara langsung dalam kedua sumber sebelumnya.
4. Pendapat ulama salaf (klasik) baik ulama tabi’in (murid para sahabat) maupun ulama tabiit tabiin (murid para tabi’in) tentang masalah yang tidak dapat ditemukan secara langsung dari tiga sumber sebelumnya.
5. Pendapat ulama khalaf (modern) baik terkait dengan ijtihad dalam persoalan yang baru maupun penemuan ilmiah yang sudah menjadi fakta ilmiah bukan baru menjadi teori ilmiah yang mendukung empat sumber sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: