Samudera Pengetahuan Islami

Hanya Ridho Ilahi Harapan Manusia

Untuk Apa Al-Qur’an diturunkan (3-habis)

Posted by almakmun on 07/05/2009

Cara Memahami Petunjuk Al-Qur’an dengan Benar
Dalam al-Qur’an paling tidak ada tiga cara agar petunjuk al-Qur’an dapat kita pahami dengan benar, yaitu :
Pertama, yakinilah bahwa al-Qur’an berasal dari Allah, sebagaimana dijelaskan dalam surah al-Naml (27) ayat 6 : وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى الْقُرْءَانَ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ عَلِيمٍ (Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al Qur’an dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui). Karena, orang yang mengingkari hari akhirat tidak dapat menggunakan al-Qur’an sebagai petunjuk hidupnya, karena ada dinding penutup di antara mereka dengan al-Qur’an, sebagai-mana dinyatakan dalam surah al-Isra’ (17) ayat 45 : وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْءَانَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا (Dan apabila kamu membaca Al Qur’an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup).
Kedua, mintalah perlindungan dari Allah dari godaan syetan yang terkutuk sebelum membaca dan memahami petunjuk al-Qur’an, sebagaimana dijelaskan dalam surah al-Nahl (16) ayat 98 : فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْءَانَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (Apabila kamu membaca Al Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk).
Ketiga, membaca dan memahami petunjuk al-Qur’an dengan memperhatikan satu persatu ayat secara teliti, karena al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur dan ayat per ayat selama kurang lebih 23 tahun. Hal ini dijelaskan dalam surah al-Isra’ (17) ayat 106 : وَقُرْءَانًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا (Dan Al Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakan-nya perlahan-lahan (satu persatu) kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian).
Penutup
Marilah kita jadikan bulan ramadhan ini dan peringatan nuzulul al-Qur’an sebagai titik awal untuk meningkatkan fungsi al-Qur’an dalam kehidupan individu, keluarga dan masyarakat, sehingga tidak sekedar sebagai kitab bacaan saja, tetapi sebagai petunjuk dalam menjalankan kehidupan. Karena al-Qur’an tidak dapat disamakan dengan karya manusia meskipun sangat bagus, karena pencipta manusia pasti lebih mengetahui tentang manusia daripada manusia yang satu dengan lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: